Wah, Teknologi Touchscreen Pun Kini Hadir di Dapur. Penasaran?

Istilah suggestion screen tentu tidak asing terdengar di telinga A kita. Teknologi ini biasa dipakai dalam dunia komputer, mobile phone , televisi, dan benda elektronik lainnya. Tapi tahukah Anda, istilah ini juga kini digunakan di dalam dapur ?

Teknologi touchscreen atau layar sentuh di dalam dunia elektronik bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan untuk dunia komputer dan mobile phone , perkembangannya terbilang pesat. Hampir seluruh produsen berlomba-lomba mengembangkan teknologi ini hingga melahirkan produk-produk inovatif yang siap memanjakan penggunanya.

Teknologi pintar ini mulai merambah ke dalam dunia interior. Di dalam dunia interior, teknologi ini mulai banyak diaplikasi di dalam region dapur, terutama pada bagian pintu dan laci di kitchen set .

aSebenarnya teknologi ini bisa diterapkan di berbagai jenis furnitur interior seperti lemari pakaian, credenza , storage , dan masih banyak lagi. Tetapi memang yang paling banyak diaplikasi saat ini adalah di kitchen adjust , a ungkap Susan Octari Yauwhan, desain interior PT Lo: ista Indonesia.

Tak Sulit, Cukup Disentuh

Sama-sama bernama touchscreen , tetapi aplikasi teknologi yang diterapkan pada benda elektronik dan furnitur ini memiliki perbedaan. Di benda elektronik, teknologi ini sudah difungsikan beragam, dari mulai menghidupkan piranti, menjalankan aplikasi, hingga mematikan alat. Sedangkan di dalam kitchen adjust , teknologi ini baru digunakan untuk membuka laci atau pintu lemari. aTinggal sentuh atau tekan sedikit dan laci akan terbuka seketika, a ungkap Susan.

Ya alat ini menggunakan sensor sentuh. aPrinsip kerja alat ini yaitu saat jari menyentuh titik tertentu, laci atau pintu lemari akan terbuka seketika, a ungkap Eny Halim, PT Indofitting Mandiri. Untuk menjalankan fungsinya, alat ini membutuhkan aliran listrik. aTetapi jangan khawatir, watt-nya sangat rendah dan hemat energi, a tambah Eny. Di sisi lain, jika aliran listrik di rumah mati Anda tidak perlu khawatir karena masih dapat membuka laci secara manual.

Ditanam Dalam Media

Dari aplikasi medianya, screen di dalam benda elektronik memiliki arti layar yang sesungguhnya. Tetapi di kitchen adjust , screen di sini bukan berarti layar. Media yang dipakainya pun tak ada hubungan dengan layar. Teknologi sentuh ini ditanam atau ditempel di dalam media yang materialnya dapat berupa kayu, mika, atau kaca.

aAlat ini dapat menarik laci sepanjang 1,8 meter dengan lebar 25 cm, a ungkap Susan. aSedangkan, untuk bebannya dapat menarik beban hingga 20 kg, tergantung seberapa banyak titik dan kekuatan tariknya yang digunakannya. Dan itu perlu dibutuhkan perhitungan detail, a tambahnya.

Sedangkan dari bentuk gerakan, prinsip kerjanya dibagi menjadi 2 jenis. Ada yang secara horizontal yaitu gerakan membuka secara maju atau mundur, dan secara vertikal yaitu membuka ke arah atas. aUntuk yang vertikal biasa digunakan pada laci, sedangkan yang horizontal biasa digunakan untuk kabinet lemari atas kichen set , a terang Susan.

Desain pun Jadi Lebih Menarik

Walau fungsinya sebatas membuka laci, Susan mengakui akan efek positif yang dihasilkan dalam mendesain sebuah objek interior. Hilangnya pemakaian administer atau pegangan membuat desain kitchen set menjadi lebih cantik dan clean . aDesainnya jadi terlihat lebih bersih dan tidak berantakan. Konsep modern minimalis yang sedang berkembang saat ini pun dapat diaplikasi sempurna dalam desain, a terang Susan.

Dari sisi keamanan, tidak perlu khawatir pakaian Anda tersangkut hingga menyebabkan robek. Badan Anda juga akan lebih terlindungi dari goresan karena tidak ada bagian administer yang menonjol dari badan kitchen set . Dan teknologi ini sudah mulai diaplikasi pada kitchen set keluaran dari Lo: ista, Broco, dan Modena.

Teks Irfan Hidayat Foto A Teddy Yunantha

Editor Irfan Hidayat

The post Wah, Teknologi Touchscreen Pun Kini Hadir di Dapur. Penasaran ? emerged firstly on Rumah Guide.

Read more: